Loading . . .

Rabu, 17 Agustus 2011

GO GREEN : Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Berhubung bumi kita sudah mulai kritis keadaannya,kita mulai sekarag harus mulai mengobati penyakit bumi tersebut.Pengobatan yang bisa kita lakukan ialah melakukan aktivitas yang lebih banyak mengarah ke peduli lingkungan.Misalnya melakukan aktivitas berikut :
Membuang sampah pada tempatnya
Dimulai dari hal sederhana di sekitar kita.Membuang sampah pada tempatnya sangatlah penting.Kebanyakan dari kita sering menyepelekan hal itu,padahal hal itu bisa menjadi masalah yang serius yang apabila terus menerus dibiarkan begitu saja.


Contohnya : Apabila kita membuang sampah di suatu sungai,lambat laun sungai itu akan tercemar.Padahal sungai tersebut merupakan satu-satunya sumber air penduduk.Penduduk mandi,masak,minum,mencuci,dan semua aktivitas yang membutuhkan air di lakukan si sungai tersebut.Apabila,sungai itu tercemar,maka penduduk akan sulit untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari.
Dilarang Keras membuang sampah ke sungai karena dapat menimbulkan masalah yang berkelanjutan




Apabila kita habis memakan sesuatu ada kita menghasilkan sesuatu yang sifatnya sampah,saran saya,masukkan kantong dulu apabila itu sampah kering.Apabila itu termasuk sampah basah,cari tong sampah terdekat.Jangan buang sampah itu sembarangan.Nah di tempat-tempat umum biasanya kita pasti pernah menjumpai 3 buah tong sampah berwarna-warni kan.Tempat sampah itu dipergunakan untuk 3 jenis sampah.
1.Sampah Organik
2.Sampah Non Organik
3.Sampah B3(Bahan Beracun Berbahaya)


tempat sampah warna-warni yang biasa hadir di tempat-tempat umum 


Nah tentunya kita juga harus tahu jenis-jenis sampah terlebih dahulu sebelum membuangnya ke dalam tong sampah warna warni itu.Tong sampah yang berwarna hijau khusus untuk sampah organik,yaitu sampah yang bisa langsung diuraikan seperti sampah makanan atau minuman.
Tong sampah yang kuning,khusus untuk sampah non organik,yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan secara langsung seperti plastik.
Sedangkan tong sampah yang berwarna merah,khusus untuk sampah B3(Bahan Beracun Berbahaya),seperti baterai atau sampah yang mengandung zat kimia yang berbahaya bagi manusia.Jadi kita tidak boleh asal masukkan sampah juga ke tong-tong tersebut,fungsinya agar saat pendauran ulang atau pemrosesan sampah lebih lanjut,petugas pengangkut sampah tidak perlu lagi memisahkan sampah.


Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan demi proses penyembuhan bumi kita ini :)



Perjuangan Menyelamatkan Hutan Seberang



Mesin-mesin itu terus menghancurkan hutan hingga di bibir sungai. Pemandangan seperti itu yang masih terlihat di hutan seberang Semananjung Kampar, kabupaten Palalawan, Propinsi Riau. Walaupun seruan Moratorium telah dikeluarkan presiden, tidak membuat mesin-mesin itu berhenti.

Mesin-mesin yang dimiliki PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tak pernah berhenti dan tanpa memilih. Mereka terus beroperasi di Semenanjung Kampar dengan alasan bahwa daerah tersebut telah mengalami degradasi dan deforestasi akibat pembalakan liar. Mereka datang seakan-akan menjadi penyelamat untuk Semenanjung Kampar. Mereka menggadang-gadangkan konsep Kampar Ring. Program yang mereka katakana akan mampu membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat.



Tentu saja masyarakat tidak langsung percaya pada program-program itu karena pengalaman masa lalu masih mereka ingat hingga saat ini. Pada suatu pertemuan antara perusahaan dan masyarakat Sememanjung Kampar, masyarakat mempertanyakan agar perusahaan menyebutkan salah satu saja desa yang berhasil sejahtera berkat program-program RAPP. Dan mereka pun tidak dapat menjawab lalu berkelit kesalahan masa lalu akan mereka perbaiki.

Masyarakat telah lelah dengan janji dan karut-marut tata kelola hutan yang tidak berpihak pada mereka. Kehidupan masyarakat seharusnya terlibas kepentingan perusahan yang mendapatkan keuntungan besar dari hutan dan hanya memberikan merugikan masyarakat dan lingkungan.

Pada tahun 2009 harapan perbaikan tata kelola Semanjung Kampar hampir menjadi kenyataan ketika pemerintah mengeluarkan pernyataan penghentian sementara dan diturunkannya Tim Pakar Independen (TIP) oleh kementerian kehutanan untuk mengkaji legalitas perusahaan. Pernyataan pemerintah itu sendiri keluar setelah desakan yang cukup kuat dari Greenpeace, Lembaga Swadaya Masyarakat lokal dan masyarakat Namun harapan itu pun sirna karena TIP tidak menyentuh permasalahan pelanggaran legalitas perusahaan.

Ketika Moratorium diserukan pemerintah dan harapan penyelamatan itu pun kembali muncul karena mengingat Semenanjung Kampar adalah kawasan yang tercatat sebagai HCVF (High Conservation Value Forest) dan HCS (High Carbon Stock). Ternyata ketika peta Moratorium itu dikeluarkan pemerintah, Semenanjung Kampar tidak juga terlindungi. Izin-izin konsesi perusahaan yang telah dikeluarkan yang membuat Semenanjung Kampar tidak terlindungi seharusnya dikaji ulang keberadaannya. Karena secara legalitas perizinan kegiatan RAPP,terindikasi kuat melanggar regulasi Indonesia. Izin yang dimiliki RAPP yaitu SK 327 dinilai cacat hukum karena menggunakan AMDAL 2004 (yang telah dibatalkan Gubernur Riau)

Pada bulan Juli 2010, Masyarakat Semenanjung Kampar yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Semenanjung Kampar (FMPSK) berinisiatif melakukan rehabilitasi Semanjung Kampar dengan melakukan penanaman 9000 bibit pohon di areal hutan yang telah rusak. Tetapi saat ini pohon-pohon itu sudah hancur rata dengan tanah oleh mesin-mesin RAPP.
Masyarakat bersama FMPSK tak pernah berhenti berupaya menyelamatkan Semenanjung Kampar yang tersisa dari kehancuran. Harapan dan mimpi menyelamatkan hutan itu harus tetap menyulut di hati masyarakat.

source:Greenpeace Indonesia

Melindungi Hutan Terakhir

Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.

<< Kekayaan serta keindahan Hutan Surgawi yang semakin terancam mendekati kehancuran.


Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya.